Results 1 to 3 of 3

Thread: Sharing mengenai selera dan profesionalitas seorang fotografer

  1. #1
    charles's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    Semarang Tengah
    Posts
    774

    Sharing mengenai selera dan profesionalitas seorang fotografer

    Krena banyak yang bahas soal selera ama profesionalitas, aku coba sharing pengalaman pribadi di sini.
    Thread ini sekedar untuk sharing, jangan sampai jadi ajang perdebatan yang ngga menentu ujungnya.

    Waktu saya sharing soal foto yang bagus adalah foto yang sesuai selera pribadi, banyak yang tanya ... Masa kita ngga peduli ama selera klien, gimana kalo klien minta ini itu sesuai seleranya dia?

    Mungkin memang bisa ditangkap menjadi berbagai pengertian, tergantung dari klien nya itu punya tugas untuk mengatur apa ngga dan gimana job description kita sebagai fotografer?

    Kalo kita sebagai fotografer komersial dan klien kita adalah seorang creative director ato fashion editor, tentu saja kita harus ngikutin apa kata mereka. Tugas kita hanya untuk click, memikirkan angle dan lighting. Selebihnya creative director ato fashion editor yang menentukan semuanya.

    Ttapi kalo kita sebagai fotografer sekaligus creative director, tentu saja kita yang menentukan style fotonya seperti apa. Kita dituntut untuk memberi style, dan tentu saja style itu pasti yang sesuai selera kita.

    Di wedding photography juga begitu, waktu kita melakukan marketing kepada klien, apa kita nunjukin karya orang laen terus bilang kalo kita juga bisa bikin seperti itu? Tentu aja ngga. Kita selalu menunjukkan karya kita dan itu pasti karya yang sesuai selera kita.Kita kerja sebagai fotografer itu intinya harus memberi kepercayaan kepada klien kalo kita itu seorang professional. Bukan hanya seorang tukang foto yang bisa membikin foto seperti ini, ato bikin foto seperti itu.

    Klien membayar jasa anda karena ke profesionalitas an anda, yang berarti klien itu percaya kepada anda. Itu yang paling penting. Jangan sampai klien membayar anda karena aspek2 laen yang ngga ada hubungan nya sama fotografi, misalnya klien deal gara2 packaging anda lucu, klien deal gara2 harga anda lebih murah dari kebanyakan fotografer, ato klien deal gara2 anda kasih bonus seabrek. Sebisa mungkin usahakan klien deal karena tertarik dengan hasil foto anda.
    Dengan begitu klien sudah pasti percaya pada anda, dan anda bisa moto sesuai selera anda.

    Coba dipikir, sebenarnya siapa yang lebih profesional? Klien kita ato kita? Kalo ngomong kasarnya, siapa yang lebih pinter tentang foto ? Klien kita ato kita?
    Pernah ngga ngalamin klien nyuruh kita foto di lokasi yang menurutnya dia bagus padahal tempat itu bagusnya cuma di mata tp untuk foto ngga bagus? Pernah ngga waktu kita suruh klien untuk foto kemudian mereka kaget terus bilang, ini tempatnya ndak bagus ya, mending pindah tempat laen.
    Sadarlah kalo mereka itu melihat dengan mata awam, bukan mata seorang fotografer. Coba aja jepret terus tunjukin hasilnya, mereka bakalan terkaget-kaget dan bingung kok malah fotonya hasilnya bisa bagus banget. Jadi sebenernya intinya tuh kita harus memperoleh kepercayaan dari klien. Begitu klien udÃ*h percaya akan keprofesionalitas an kita, saya yakin klien akan mengikuti selera kita ... Bukan kita yang mengikuti selera klien.

    Kalo saya, saya ngga enjoy moto sesuatu yang bukan selera saya. Ngga ada passion nya rasanya. Kalo ada klien yang datang2 menunjukkan foto foto yang bukan selera saya terus tanya "bisa ngga bikin foto seperti ini?" ... Saya udah ill feel duluan. Itu artinya klien nya mau memanfaatkan kita. Kalo mereka suka foto seperti itu, kenapa mereka ngga deal ama fotografernya yang bikin foto itu? Kenapa malah tanya satu satu ke fotografer laen untuk bikin foto yang mirip kayak gitu? Intinya adalah mereka cariservice jasa yang lebih murah untuk menjiplak foto itu.

    Jadi menurut saya, selera dan profesionalitas tetap ada hubungan nya. Sekali lagi yang terpenting adalah mendapatkan kepercayaan klien. Spontan, klien akan menuruti selera anda, bukan anda yang menuruti selera klien.

    Sekali lagi, ini sharing pribadi saya. Mungkin ada yang ngga setuju dan ada yang setuju, tapi janganlah thread ini jadi ajang bantah2 an
    ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


    "The world is like a book. One who does not travel, reads only one page" - St. Augustine

  2. #2
    Mike is offline
    Nama Fotografer :
    Michael Wibowo Sutanto

    Mike's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    Hasanudin G-65
    Posts
    226
    yup, soal selera hal yg sangat subyektif, ukurannya susah, yg penting client puas dan hubungan dapat langgeng karena percaya dengan hasil fotographernya

  3. #3

    Join Date
    Mar 2018
    Location
    Jakarta
    Posts
    7
    kalau menurut saya profesional itu lebih harus mengutamakan klien. kalau bisa lebih cepat tahu keinginan klien lebih baik, seperti apa konsep yang di mau, latar belakang yang dibutuhkan, atau bisa saja tambahan atribut-atribut lain yang bisa menunjang hasil dari foto itu sendiri yang dapat memuaskan klien.
    Loopphoto menyediakan jasa photobooth murah berkualitas dengan par editor photo profesional

Tags for this Thread

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •